Panduan Lengkap Memulai Usaha Dropship

Diposting pada

Memiliki usaha sendiri memang impian semua orang. Sebesar apapun gaji yang didapat, jika kita masih bekerja pada orang lain tetap saja tidak sama dengan kita memiliki usaha sendiri. Dengan berwirausaha, kita bebas mengatur segalanya.

Mindset masyarakat pada umumnya berpikir bahwa untuk memulai usaha sendiri itu sulit. Karena, harus memiliki modal yang cukup, keahlian, karyawan, alat, belum lagi resiko yang tinggi, dan lain sebagainya. Hal inilah yang menghambat munculnya wirausaha baru karena mereka cenderung memilih menjadi pegawai.

Memang, mindset tersebut tidak sepenuhnya salah. Karena, untuk memulai sebuah usaha memang memerlukan modal, terlepas itu besar ataupun kecil.

Sebenarnya, jika anda serius ingin memulai usaha sendiri, tidak perlu pusing memikirkan sesuatu yang besar. Cobalah dari sesuatu yang kecil terlebih dahulu. Selain minim resiko, anda juga akan terbiasa menghadapi dan mengatasi semua tantangan saat berwirausaha.

Nah, pada kesempatan kali ini saya akan berbagi informasi seputar Panduan Memulai Bisnis Dropship. Sekali lagi saya tekankan bahwa bisnis ini bukan tanpa modal atau resiko, namun modal yang dikeluarkan relatif sedikit dan resiko yang timbul juga minim.
Bisnis ini cocok untuk anda yang masih berstatus sebagai pelajar, ibu rumah tangga, atau kalangan yang baru memulai bisnis.

Pengertian Dropship

Dropship adalah sebutan bagi penghubung antara pembeli dan penyedia barang. Sedangkan Dropshipper adalah orang yang melakukan kegiatan Dropship.

Dalam dunia Dropship, pembeli tidak langsung memesan barang ke penyedia/supplier, melainkan ke Dropshipper terlebih dahulu. Nah, oleh Dropshipper pesanan dari pembeli akan diteruskan ke penjual dan barang dikirim ke pembeli.

Kekurangan dan Kelebihan Dropship

Sebelum membahas lebih lanjut, alangkah baiknya anda pahami dulu kekurangan dan kelebihan dari bisnis Dropship ini. Tujuanya, agar anda lebih paham dan bisa meminimalisir terjadinya resiko kegagalan.

Baca juga : Peluang Usaha di Bulan Ramadhan Jualan Es Kelapa Muda

Kekurangan :

1. Kecil keuntungan

Memang, Dropship adalah bisnis yang memerlukan modal kecil. Tetapi, keuntungan yang dihasilkan dari bisnis ini juga relatif sedikit. Hal ini dikarenakan sebagian besar harga jual masuk ke pihak supplier.

2. Tidak bisa memantau barang

Karena Dropshiper hanya bertindak sebagai penghubung antara buyer dan suplier, maka kita tidak memiliki akses untuk memantau barang yang diperjualbelikan.
Kita kesulitan untuk memantau ketersediaan barang atau mengecek kualitas barang.

3. Rawan protes dari pembeli

Karena barang yang dikirim atas nama anda, dan anda tidak bisa mengecek barang secara langsung, maka saat terjadi keterlambatan/kerusakan barang, anda yang akan menerima protes dari pembeli.

Kelebihan

1. Mudah dijalankan

Menjadi Dropshiper cukup mudah, bahkan untuk pemula sekalipun. Ini dikarenakan kita tidak perlu repot mengurus barang, fokus kita hanya di pemasaran dan bagaimana agar barang tersebut laku di pasaran.

2. Modal yang kecil

Modal awal menjadi Dropshiper sangat minim. Untuk era digital seperti sekarang, anda bisa memanfaatkan media sosial sebagai tempat promosi. Artinya, anda hanya memerlukan gadget dan koneksu internet untuk mulai berbisnis.

Cara Memulai Bisnis Dropship

Hal pertama yang harus anda lakukan adalah menentukan barang apa yang akan dijual. Jika anda masih berstatus pelajar, bisa mencoba berjualan gadget murah seperti earphone, headset, mouse, powerbank atau gadget lainya. Bisa juga dari kategori fashion seperti kaos, sepatu, jam tangan, dll.
Yang terpenting adalah, produk yang dijual harus diminati dan dibutuhkan banyak orang.

Langkah selanjutnya, anda bisa memulai dengan mencari supplier yang tepat. Untuk hal ini, anda bisa menggunakan media sosial untuk mencari informasi seputar suplier dari barang tersebut.
Atau, anda juga bisa menggunakan pencarian di Marketplace untuk mencari suplier. Jangan lupa untuk membaca komentar, ratting, dan membandingkan supplier satu dengan yang lain.

Dalam memilih supplier, yang terpenting adalah kualitas produk dan harga yang mereka tawarkan. Jangan lupa, buat komitmen bahwa mereka sanggup mengirim barang tepat waktu. Hal ini agar anda terhindar dari protes para pembeli akibat keterlambatan pengiriman.

Setelah mendapat supplier yang tepat, anda bisa mulai menjual produk anda. Cobalah untuk menawarkan pada orang terdekat atau teman anda. Jika respon mereka positif, anda bisa mulai promosi di media sosial.

Inti utama dari bisnis ini adalah seberapa baik anda mempromosikan sebuah produk, semakin baik anda promosi, semakin banyak konsumen yang tertarik. Itu artinya, semakin banyak pula keuntungan yang bisa didapat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *